Parenting patterns and socio-economic status with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months
DOI:
https://doi.org/10.36590/akg.v3i1.1900Keywords:
Parenting Patterns, Socioeconomic Status, Stunting, ChildrenAbstract
Stunting is one of the chronic nutritional problems that remains a public health challenge in Indonesia, including in Majene Regency. This study aims to determine the relationship between parenting patterns and socioeconomic status with the incidence of stunting in children aged 24–59 months in Baurung Subdistrict. This research is quantitative with a cross-sectional design. The population of this study was all children aged 24–59 months in Baurung Subdistrict, with a sample of 85 subjects selected using proportional random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that the prevalence of stunting was 61.2%, while normal nutritional status accounted for 38.8%. There was a significant relationship between parenting patterns and the incidence of stunting (p=0.017). In addition, maternal education (p=0.009), maternal employment (p=0.019), family income (p=0.005), and family expenditure (p=0.005) were significantly associated with stunting. The study concludes that parenting patterns and socioeconomic status are significantly associated with stunting among children aged 24–59 months in Baurung Subdistrict.
Downloads
References
Adi, A. C., Diana, R., Andrias, D. R., Sutoyo, D. A. R., & Salisa, W. (2024). Household food expenditure and stunting of children under five years old in food secure area. Journal of Nutrition and Food Security.
Adilah, R., Maziaturrahmah, M., Hana, N., Widiya, R., Nurjannah, M., & Azhari, M. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di Desa Sei Tuan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 2079–2083.
Agustian, R. (2024). Pola asuh dan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 33–41.
Aida, A. N. (2019). Pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap kejadian stunting di Indonesia. Jurnal Budget: Isu dan Masalah Keuangan Negara, 4(2), 125–140.
Dewi, D. (2022). Hubungan pendapatan keluarga, pola asuhan, riwayat penyakit menular dan status imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita. Jurnal Penelitian Pangan dan Gizi, 4(1), 9–23.
Dinkes Kabupaten Majene. (2024). Data stunting Kabupaten Majene.
Efrarianti, D. (2024). Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Limboto Barat. Jurnal Kesehatan Indonesia, 7(1), 45–52.
Fatihunnajah, N., Budiono, S. (2023). Hubungan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 8(2), 34–42.
Febriyanti, A., Isaura, E. R., & Farapti, F. (2022). Hubungan antara Ketahanan Pangan Rumah Tangga, dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Media Gizi Kesmas, 11(2), 335-340.
Husnaniyah, S. (2024). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Blimbing Kota Malang. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 12(1), 88–95.
Kemenkes RI. (2023). Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Puskesmas Lembang. (2024). Laporan Kegiatan Puskesmas Lembang. Majene: Puskesmas Lembang.
Rahmawati, L. (2023). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Cibodas Kota Tangerang. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 12(1), 41–48.
Rahmawati, N., Santoso, B., & Dewi, M. (2023). Hubungan Status Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 73–80.
Rumlah, S. (2022). Masalah sosial dan solusi dalam menghadapi fenomena stunting pada anak. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 1(3), 83–91.
Santika, D., Lestari, H., & Amalia, R. (2023). Hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sukajaya Kabupaten Bogor. Jurnal Gizi dan Pembangunan, 9(2), 45–53.
Sari, D., Lestari, P. (2022). Pengaruh pola asuh terhadap status gizi balita usia 24–59 bulan di Kota Bandung. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 11(1), 23–31.
UNICEF, World Health Organization (WHO), & World Bank Group. (2023). Joint child malnutrition estimates: Levels and trends (2023 edition). New York: United Nations Children’s Fund (UNICEF).
UNICEF. (2021). The State of the World’s Children 2021. New York: United Nations Children’s Fund.
Wahyuni, S. (2023). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 12(2), 145–152.
WHO. (2020). Training course on child growth assessment: WHO Child Growth Standards. Geneva: World Health Organization
Yuliani, R. (2023). Pengaruh tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Anak, 11(1), 33–40.
Yuningsih, Y., Sari, A. I., & Handayani, Y. (2023). Hubungan Status Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-60 Bulan Di Puskesmas Kaliwates. Arteri: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4 (4), 215–221.

