The role of iodine in stunting

Authors

  • Fifin Dian Safitri Program Studi S1 Gizi, STIKES Pertamedika, Jakarta, Indonesia
  • Haryati Program Studi S1 Gizi, STIKES Pertamedika, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36590/akg.v1i2.1074

Keywords:

Children, Iodine, Stunting

Abstract

Stunting is a significant nutritional problem in Indonesia, caused by various factors, including iodine deficiency. Iodine is crucial in child growth and development, especially in brain and nervous system development. This study aims to analyze the relationship between iodine intake and the incidence of stunting in children. The method used is a literature review using indexed sources such as Google Scholar, PubMed, and Google Books, with the keywords "child," "stunting," and "iodine." The results showed a significant relationship between iodine intake and stunting incidence. Iodine deficiency in pregnant women can increase the risk of stunting in children, and iodized salt consumption can reduce the risk of stunting. In addition, other factors, such as parenting patterns, low birth weight, and immunization status can also affect the incidence of stunting. In conclusion, adequate iodine intake is crucial in preventing stunting in children, and efforts to increase iodine intake must be made to overcome the problem of stunting in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Rahmad, A. H., Miko, A., Labatjo, R., Fajriansyah, Fitri, Y., & Suryana. (2020). Malnutrition prevalence among toddlers based on family characteristics: A cross-sectional study in the rural and urban areas of Aceh, Indonesia. Sri Lanka Journal of Child Health, 49(3), 263–268. https://doi.org/10.4038/sljch.v49i3.9145

Alifariki, L. O. (2022). Analisis risiko kejadian stunting ditinjau dari aspek antenatal care dan postnatal care. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI), 7(1), 1–6.

Almatsier, S. (2004). Prinsip dasar ilmu gizi. Gramedia Pustaka Utama.

Astuti, D., Hartinah, D., & Purnomo, M. (2021). Consumption of iodized salt with stunting events in toddlers. In Prosiding 14th URECOL: Seri Kesehatan (pp. 840–848).

Baldana, A., & Nurdian, Y. (2019). Pengaruh asupan yodium pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Jurnal Kedokteran UNEJ, 1(1), 1–5.

https://www.researchgate.net/publication/333865431

Bastian, A., & Efastri, S. M. (2023). Peranan orang tua dalam pemenuhan gizi dan nutrisi sebagai upaya pencegahan stunting. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 94–104. https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v7i1.13470

Damanik, Y. S. (2019). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga dengan penggunaan garam beryodium. Jurnal Penelitian Kesmasy, 1(2), 54–57. https://doi.org/10.36656/jpksy.v1i2.166

Ekaputri, R., Basri, I., Sattu, M., Syahrir, M., Tongko, M., Lanyumba, F. S., & Suartika, I. W. (2023). Gambaran asupan gizi mikro pada balita stunting di Desa Kalumbatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai tahun 2022. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal, 1(3), 117–126.

Gunawan, H., Fatimah, S., & Kartini, A. (2022). Hubungan pengetahuan dan praktik pemberian makan bayi dan anak serta penggunaan garam beryodium dengan kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 10(3), 319–325. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i3.32765

Imelda, Rahman, N., & Nur, R. (2018). Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun di Puskesmas Biromaru. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 2(1), 39–43.

http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/ghidza

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.

Miko, A. (2019). Peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu tentang kandungan yodium dalam garam konsumsi rumah tangga pada daerah pesisir dan pegunungan. Action: Aceh Nutrition Journal, 4(2), 99–105. https://doi.org/10.30867/action.v4i2.176

Nurmayanti, R., Mustafa, A., & Maulidiana, A. R. (2020). Hubungan jenis kelamin, pengetahuan ibu tentang gizi, asupan yodium, dan kejadian stunting pada balita di Kota Malang. HARENA: Jurnal Gizi, 3(2).

Nusantri Rusdi, P. H., & Maryona, K. (2022). Hubungan konsumsi garam beryodium dengan kejadian stunting pada balita di Kanagarian Balingka Kabupaten Agam. Human Care Journal, 7(3), 577–582. https://doi.org/10.32883/hcj.v7i3.2013

Pehrsson, P., Spungen, J., Ershow, A., Patterson, K., Roseland, J., Gahche, J., Andrews, K., Haggans, C., & Merkel, J. (2020). USDA, NIH, and FDA iodine database of U.S. foods for estimating iodine intakes. Current Developments in Nutrition, 5(Supplement 2), 175. https://doi.org/10.1093/cdn/nzab035

Pratiwi, A. D., Dewi, I., & Sumi, S. S. (2020). Hubungan penggunaan garam dengan kejadian stunting pada balita usia 24–60 bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15, 316–320.

Putri, D. K., Herawati, T., Alfiasari, A., Riany, Y. E., Latifah, M., Dwi, H., Jihan, I. R., & Indro, M. N. (2020). Edukasi keluarga pengasuhan 1000 HPK untuk pencegahan stunting di Desa Cibatok 2. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(1), 18–27. https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/pim/article/view/29557

Ravera, S., Nicola, J. P., Di Simone, S., Sigworth, F. J., Karakas, E., Amzel, L. M., Bianchet, M. A., & Carrasco, N. (2022). Structural insights into the mechanism of the sodium/iodide symporter. Nature, 612(7941), 795–801. https://doi.org/10.1038/s41586-022-05481-6

Riana, A., & Widiastuti, Y. (2023). Hubungan asupan yodium dan paparan pestisida dengan kejadian stunting pada anak usia sekolah. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel, 17(1). https://doi.org/10.36051/jiki.v17i1.204

Sudargo, T., Kusmayanti, N. A., & Hidayati, N. L. (2018). Defisiensi yodium, zat besi, dan kecerdasan. UGM Press.

Sukrianto, A., Rusli, M., & Halwan, M. (2022). Analisis yuridis terhadap peran desa dalam pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi Desa Topore. MADDIKA: Journal of Islamic Family Law, 3(2), 29–45. https://doi.org/10.24256/maddika.v3i2.3616

Downloads

Published

2024-09-13

How to Cite

Safitri, F. D., & Haryati, S. (2024). The role of iodine in stunting. Arsip Keilmuan Gizi (AKG), 1(2), 89–97. https://doi.org/10.36590/akg.v1i2.1074