Bladder Training Sebelum Pelepasan Kateter pada Pasien Post Operasi dengan Inkontensia Urine: Literatur Review

Authors

  • Prahitha Sintha Hapsari Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia
  • Fahrun Nur Rosyid Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia
  • Eny Indriastuti Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36590/kepo.v5i2.1131

Keywords:

bladder training, inkontinensia urin, post operasi

Abstract

Pasien yang menjalani kateter urin pasca operasi dapat mengalami kesulitan berkemih, baik dalam bentuk inkontinensia maupun retensi urin. Latihan kandung kemih bertujuan untuk memperpanjang interval buang air kecil, menstabilkan kandung kemih, dan mengurangi urgensi. Umumnya, latihan kandung kemih dilakukan dengan mengklem kateter selama dua jam dan melepasnya setelah satu jam sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kandung kemih pelatihan sejak dini sebelum pelepasan kateter urin terhadap kejadian inkontinensia urin. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka melalui data dasar seperti PubMed, Crossref, dan Cochrane dengan kata kunci “Bladder Training” dan “Urinary Incontinence” atau “Inkontinensia Urin” atau “Eliminasi Urin” dan “Post Operation” atau “Post Operasi” dalam rentang tahun 2019-2024. Hasil pencarian memperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria PRISMA. Kriteria inklusi meliputi pasien dewasa (usia 30-60 tahun) yang menjalani operasi dengan kateterisasi, menggunakan metode Quasi-Experiment, RCT, dan Pre-Post Test, serta artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang dapat diakses secara gratis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandung kemih pelatihan dapat direkomendasikan sebagai terapi non-medis bagi pasien pasca operasi setelah irigasi dan selama pemasangan kateter. Terapi ini membantu memperkuat otot detrusor dan mengembalikan pola berkemih normal.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Prahitha Sintha Hapsari, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

Fahrun Nur Rosyid, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

https://scholar.google.co.id

Eny Indriastuti, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, Indonesia

References

Pasien yang menjalani kateter urine pasca operasi dapat mengalami kesulitan berkemih, baik dalam bentuk inkontinensia maupun retensi urine. Bladder training bertujuan untuk memperpanjang interval urinasi, menstabilkan kandung kemih, dan mengurangi urgensi. Umumnya, bladder training dilakukan dengan mengklem kateter selama dua jam dan melepasnya setelah satu jam sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas bladder training sejak dini sebelum pelepasan kateter urin terhadap kejadian inkontinensia urine. Metode penelitian ini menggunakan literature review melalui basis data seperti PubMed, Crossref, dan Cochrane dengan kata kunci “Bladder Training” dan “Urinary Incontinence” atau “Inkontinensia Urin” atau “Eliminasi Urin” dan “Post Operation” atau “Post Operasi” dalam rentang tahun 2019-2024. Hasil pencarian memperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria PRISMA. Kriteria inklusi meliputi pasien dewasa (usia 30-60 tahun) yang menjalani operasi dengan kateterisasi, menggunakan metode Quasi-Experiment, RCT, dan Pre-Post Test, serta artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang dapat diakses secara gratis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bladder training dapat direkomendasikan sebagai terapi non-medis bagi pasien pasca operasi setelah irigasi dan selama pemasangan kateter. Terapi ini membantu memperkuat otot detrusor dan mengembalikan pola berkemih normal.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Hapsari, P. S., Rosyid, F. N., & Indriastuti, E. (2024). Bladder Training Sebelum Pelepasan Kateter pada Pasien Post Operasi dengan Inkontensia Urine: Literatur Review. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 5(2), 393–401. https://doi.org/10.36590/kepo.v5i2.1131