Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental
Intensity of Social Media Use and Mental Health
DOI:
https://doi.org/10.36590/jibi.v4i1.2000Keywords:
Intensitas penggunaan media sosial, kesehatan mental, SRQ-20, SMUISAbstract
Kesehatan mental mahasiswa merupakan isu kritis yang semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya penetrasi media sosial di kalangan generasi muda. Mahasiswa sebagai kelompok rentan berada dalam fase transisi kehidupan yang penuh tekanan akademis, sosial, dan emosional, sehingga pola penggunaan media sosial berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis mereka secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir, dengan total sampel 79 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SMUIS (Social Media Use Integration Scale) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan SRQ-20 (Self-Reporting Questionnaire-20) untuk menilai status kesehatan mental. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (83,5%) memiliki intensitas penggunaan media sosial sedang dan 49 responden (62%) terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental (p = 0,116). Namun nilai OR = 4,05 menunjukkan bahwa responden dengan intensitas penggunaan tinggi menunjukkan proporsi terindikasi gangguan kesehatan mental lebih besar dibandingkan kelompok penggunaan sedang. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan erat dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa. Diperlukan pengembangan program promosi kesehatan mental yang mengintegrasikan edukasi penggunaan media sosial secara sehat bagi mahasiswa.
Downloads
References
Dewi, A. and Astuti, Y. (2022) ‘Cyberbullying di media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja’, Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(2), pp. 120–129. doi:10.26858/jppk.v8i2.35052.
Fakhriyani, D.V. (2019) Kesehatan mental. Pamekasan: Duta Media Publishing.
Gumara, A.J. et al. (2024) ‘Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental dewasa awal di Bekasi’, Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(4), pp. 48–57. doi:10.61132/observasi.v2i4.539.
Gunawan, H., Anggraeni, I. and Nurrachmawati, A. (2021) ‘Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa pada masa pandemi Covid-19’, Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), pp. 282–291. doi:10.22487/preventif.v12i2.261.
Hilmi, A.S. and Cicirosnita, J. (2024) ‘Hubungan perilaku penggunaan media sosial dengan kesehatan mental’, Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), pp. 208–212. doi:10.59435/gjik.v2i2.832.
Husni, W. (2020) ‘Analisis kecemasan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi’, Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(2), pp. 65–74.
Keyes, C.L.M. et al. (2012) ‘The relationship of level of positive mental health with current mental disorders in predicting suicidal ideation and episodes in the United States’, Journal of Epidemiology and Community Health, 66(4), pp. 342–347. doi:10.1136/jech.2010.128371.
Nugrahaini, D.K., Indari and Priasmoro, D.P. (2021) ‘Gambaran faktor predisposisi yang mempengaruhi gangguan jiwa di Puskesmas Desa Bantur Kabupaten Malang’, Nursing Information Journal, 1(1), pp. 31–35.
Nugroho, A. and Wahyuni, D. (2020) ‘Ketergantungan media sosial dan implikasinya pada kesejahteraan psikologis’, Jurnal Psikologi, 16(1), pp. 12–20.
Permadi, D.A. (2022) ‘Kecemasan sosial dan intensitas penggunaan media sosial pada remaja’, Psycomedia: Jurnal Psikologi, 2(1), pp. 7–13. doi:10.35316/psycomedia.2022.v2i1.7-13.
Prasetio, C.E., Triwahyuni, A. and Prathama, A.G. (2022) ‘Psychometric properties of self-report questionnaire-20 (SRQ-20) Indonesian version’, Jurnal Psikologi, 49(1), p. 69. doi:10.22146/jpsi.69782.
Sa’diyah, M., Naskiyah, N. and Rosyadi, A.R. (2022) ‘Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa dalam pendidikan agama Islam’, Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(3), pp. 713–730. doi:10.30868/ei.v11i03.2802.
Sachiyati, M., Yanuar, D. and Nisa, U. (2023) ‘Fenomena kecanduan media sosial (FOMO) pada remaja Kota Banda Aceh’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP USK, 8(4), pp. 1–18.
Sari, N.Y. and Nauli, F.A. (2025) ‘Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan status mental pada remaja’, Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(2), pp. 775–786. doi:10.37287/jppp.v7i2.6312.
Sujarwoto, S., Tampubolon, G. and Pierewan, A.C. (2019) ‘Online social media use and adult mental health in Indonesia’, International Journal of Mental Health and Addiction, 17(4), pp. 1076–1093. doi:10.1007/s11469-018-9872-8.
Sukma, R.R. and Supratman, L.P. (2022) ‘Pola komunikasi orang tua dalam kesehatan mental pada remaja di tengah pandemi Covid-19 di Karawang’, E-Proceeding of Management, 9(4), pp. 2515–2521.
WHO (2022) World mental health report: transforming mental health for all. Geneva: WHO
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Accepted 2026-04-13
Published 2026-05-01

